Apa itu Epistemologi dalam Penelitian - Perbedaan Antara

Apa itu Epistemologi dalam Penelitian

Epistemologi adalah istilah umum yang digunakan dalam bidang penelitian. Sangat penting untuk mengetahui apa itu epistemologi sebelum Anda memulai proyek penelitian.

Artikel ini menjelaskan,

1. Apa itu Epistemologi?
2. Apa Saja Jenis Pengetahuan itu?
3. Apa itu Epistemologi dalam Penelitian?
4. Epistemologi dan Paradigma Penelitian yang Berbeda

Apa itu Epistemologi?

Epistemologi adalah bidang ilmu yang berhubungan dengan perolehan pengetahuan. Dengan kata sederhana, ini berkaitan dengan bagaimana kita memperoleh pengetahuan atau bagaimana kita mengetahui sesuatu. Ini secara khusus berkaitan dengan sifat, sumber dan keterbatasan pengetahuan. Dengan demikian, dapat didefinisikan sebagai "bidang filsafat yang berkaitan dengan kemungkinan, sifat, sumber dan batas pengetahuan manusia" (Jupps, 2006).

Ada banyak cara atau sumber berbeda untuk memperoleh pengetahuan. Sumber-sumber yang berbeda ini pada dasarnya dapat dikategorikan ke dalam empat kelompok berikut.

Pengetahuan intuitif: berdasarkan pada intuisi, kepercayaan, keyakinan, dll. Perasaan dan emosi memainkan peran yang lebih besar daripada fakta dalam jenis pengetahuan ini.

Pengetahuan Otoriter: berdasarkan informasi yang telah diperoleh dari buku-buku, studi penelitian, para ahli, dll. Kredibilitas dan kekuatan pengetahuan ini tergantung pada kekuatan sumber-sumber ini.

Pengetahuan logis: pengetahuan baru diciptakan melalui penerapan penalaran logis.

Pengetahuan empiris: berdasarkan fakta obyektif yang telah ditetapkan dan dapat dibuktikan.


Apa itu Epistemologi dalam Penelitian

Ada banyak sumber informasi berbeda di bidang penelitian. Sebuah studi penelitian dapat menggunakan kombinasi dari sumber-sumber ini. Sebagian besar studi penelitian menggunakan keempat jenis pengetahuan yang disebutkan di atas.

Peneliti menggunakan pengetahuan intuitif ketika datang dengan area penelitian awal, topik dan masalah. Pengetahuan otoritatif diperoleh selama tinjauan literatur. Peneliti mendapatkan pengetahuan logis ketika mereka menganalisis temuan data primer sedangkan kesimpulan penelitian dapat dianggap sebagai akuisisi penelitian empiris.

Penting juga untuk dicatat bahwa epistemologi dan perspektif teoretis dari sebuah penelitian juga tergantung pada jenis paradigma penelitian yang digunakan oleh peneliti. Dengan kata lain, pandangan peneliti tentang apa yang merupakan pengetahuan yang dapat diterima dapat berubah sesuai dengan paradigma penelitian yang berbeda. Diberikan di bawah ini adalah beberapa paradigma penelitian umum dan epistemologinya.

Paradigma Penelitian

Deskripsi

Epistemologi

Positivisme

Ada realitas objektif tunggal untuk setiap fenomena atau situasi penelitian.

Realitas dapat diukur.

Fokus pada alat yang kredibel dan obyektif untuk mengumpulkan data.

Konstruktivisim

Tidak ada realitas atau kebenaran tunggal; itu subyektif.

Realitas tergantung pada interpretasi.

Fokus pada detail situasi, kenyataan di balik detail, dan makna subjektif

Pragmatisme

Realitas senantiasa dinegosiasi ulang, diperdebatkan, dan ditafsirkan.

Interpretasi subyektif dan / atau fenomena objektif dapat memberikan pengetahuan.

Gambar milik:

Jupp, V. (2006).Kamus SAGE tentang metode penelitian sosial : SAGE Publications Ltd doi: 10.4135 / 9780857020116